Perlindungan Anak di Era Digital Jadi Fondasi Menuju Indonesia Emas

- Created Mar 29 2025
- / 7386 Read
Perlindungan terhadap anak bukan hanya soal menjauhkan mereka dari kekerasan fisik atau eksploitasi langsung. Di era digital saat ini, tantangan menjadi semakin kompleks, terutama dengan hadirnya ruang siber yang terbuka luas bagi anak-anak. Dunia digital yang seharusnya menjadi sarana belajar dan eksplorasi, justru sering menjadi sumber paparan konten berbahaya, perundungan siber, hingga eksploitasi data pribadi. Pemerintah Indonesia menyadari betul situasi ini dan bergerak cepat melalui regulasi konkret, yakni Peraturan Pemerintah (PP) tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital yang resmi diterbitkan pada akhir Maret 2025. Aturan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya yang tidak kasat mata namun sangat memengaruhi masa depan mereka.
Presiden Prabowo Subianto secara tegas menekankan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas dalam pembangunan nasional, termasuk dalam dunia digital. Pemerintah tidak hanya mengandalkan imbauan moral, tetapi melangkah dengan kerangka hukum yang kuat. PP Perlindungan Anak di Ruang Digital ini memuat ketentuan tegas yang mengikat penyelenggara platform digital agar menjadikan kepentingan anak sebagai prioritas tertinggi, bukan sekadar mengejar keuntungan bisnis. Dalam aturan tersebut, perusahaan digital dilarang melakukan profiling data terhadap anak, tidak boleh menjadikan anak sebagai komoditas konten, dan wajib menerapkan sistem verifikasi usia secara ketat. Platform juga harus membangun ekosistem yang sehat dan ramah anak, dengan sanksi tegas bagi mereka yang melanggar.
Regulasi ini merupakan bagian penting dari visi besar Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang lahir dan tumbuh hari ini adalah calon pemimpin, inovator, dan pembentuk peradaban masa depan bangsa. Jika sejak dini mereka terpapar lingkungan digital yang tidak sehat, maka proses tumbuh kembang mereka bisa terganggu secara mental, emosional, bahkan moral. Sebaliknya, anak-anak yang dilindungi dan dibimbing akan tumbuh menjadi generasi cerdas, tangguh, dan siap bersaing di panggung global. Pemerintah memahami betul bahwa untuk menghasilkan SDM unggul, tidak cukup hanya dengan pendidikan formal, tetapi juga perlindungan menyeluruh, termasuk di ruang digital.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) melalui Menteri Meutya Hafid juga menegaskan bahwa regulasi ini bukan sekadar tulisan di atas kertas. Pemerintah tengah mendorong percepatan implementasi aturan ini melalui penguatan edukasi digital bagi orang tua, penyusunan panduan bagi penyedia layanan digital, serta pengembangan teknologi pengawasan berbasis anak. Bahkan pemerintah sedang menjajaki pengembangan sistem parental control lokal agar orang tua lebih mampu mendampingi anak di ruang siber.
Komitmen ini juga menunjukkan bahwa perlindungan anak adalah urusan seluruh elemen bangsa. Pemerintah membutuhkan kolaborasi dari platform digital, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, orang tua, dan anak itu sendiri. Dengan gotong royong, regulasi ini dapat diimplementasikan secara maksimal dan memberi dampak nyata. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa PP Perlindungan Anak di Ruang Digital adalah bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia Indonesia.
Ruang digital adalah peluang besar, tetapi juga membawa risiko yang tak kecil. Pemerintah memilih untuk tidak bersikap pasif atau menutup mata, melainkan hadir dengan solusi konkret. Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang melindungi mereka dari manipulasi, eksploitasi, dan konten berbahaya. Mereka adalah masa depan bangsa, dan masa depan itu dibentuk dari hari ini, dengan perlindungan yang nyata dan berpihak.
Melalui langkah strategis ini, Indonesia sedang menapaki jalan menuju cita-cita besar menjadi negara maju di tahun 2045. Anak-anak yang sehat, cerdas, dan terlindungi akan menjadi penopang utama Indonesia Emas. Maka dari itu, keberadaan regulasi ini bukan sekadar respons terhadap tantangan digital, tetapi sebuah fondasi untuk menyiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia bersinar di masa depan. Komitmen negara terhadap perlindungan anak hari ini adalah cerminan keseriusan membangun masa depan bangsa yang lebih kuat, adil, dan manusiawi.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First